Tutorials Pengenalan (Apa itu Node.js & Mengapa Butuh NVM?)

Pengenalan (Apa itu Node.js & Mengapa Butuh NVM?)

Author

M. Ilfan Asykuri

Diperbarui pada 26 May 2026 • 5 min read

Selamat datang di langkah awal perjalanan belajar teknologi Anda! Sebelum kita mulai menekan tombol install, mari kita pahami dulu secara santai apa itu Node.js, bagaimana cara kerjanya, dan mengapa kita juga membutuhkan alat tambahan bernama NVM.

1. Mengenal Node.js dan Sejarah Singkatnya

Bayangkan Anda sedang membuat sebuah kue. Dahulu kala, JavaScript (bahasa pemrograman yang digunakan di internet) itu ibaratnya seperti resep kue yang hanya bisa dipraktikkan di dalam satu dapur khusus, yaitu Web Browser (seperti Google Chrome, Mozilla Firefox, atau Microsoft Edge).

Di dalam setiap browser tersebut, terdapat sebuah "mesin penggerak" yang bertugas membaca dan menjalankan kode JavaScript. Mesin yang paling terkenal dan super cepat buatan Google dinamakan V8 Engine. Berkat mesin V8 ini, animasi di website, fitur klik-klik, dan sistem interaktif di internet bisa berjalan dengan lancar.

Namun, para ahli komputer kemudian berpikir: "Sayang sekali jika bahasa sekeren JavaScript hanya bisa berjalan di dalam browser. Bagaimana jika mesin penggeraknya kita ambil, lalu kita pasang langsung di dalam sistem operasi komputer kita (seperti Windows, Mac, atau Linux)?"

Nah, lahirlah Node.js.

 

Definisi Sederhana: Node.js bukanlah bahasa pemrograman baru, melainkan sebuah wadah atau lingkungan (runtime environment) yang membawa V8 Engine keluar dari browser dan menanamnya langsung di komputer Anda. Sekarang, JavaScript bisa digunakan untuk membuat aplikasi komputer, mengelola file, hingga membuat sistem backend server yang rumit, sama seperti bahasa pemrograman lainnya.

2. Mengapa Kita Juga Butuh NVM?

Saat Anda mulai belajar membuat aplikasi di masa depan, Anda akan menyadari bahwa aplikasi yang berbeda terkadang membutuhkan versi Node.js yang berbeda pula.

Misalnya:

  • Aplikasi A (project lama) hanya bisa berjalan lancar di Node.js versi 18.

  • Aplikasi B (project baru) wajib menggunakan fitur terbaru di Node.js versi 22.

Jika Anda menginstal Node.js secara biasa (langsung lewat installer utama), Anda hanya bisa memiliki satu versi saja di komputer Anda. Jika Anda ingin menggantinya, Anda harus menghapus (uninstall) versi lama, lalu mengunduh dan menginstal lagi versi yang baru. Hal ini tentu sangat merepotkan dan rawan memicu konflik data (error).

Untuk mengatasi masalah inilah para programmer profesional menggunakan NVM (Node Version Manager).


Analogi NVM: Bayangkan NVM adalah sebuah lemari perkakas besar yang ajaib. Di dalam lemari tersebut, Anda bisa menyimpan berbagai macam versi Node.js secara rapi sekaligus (ada versi 18, versi 20, versi 22). Saat Anda ingin mengerjakan proyek lama, Anda tinggal memerintahkan NVM untuk mengeluarkan versi 18. Saat ingin mencoba fitur baru, Anda tinggal menyuruh NVM berganti ke versi 22 dalam hitungan detik, tanpa perlu hapus-pasang manual.

Kamus Istilah Ringkas Chapter 1

Agar tidak bingung dengan beberapa istilah baru yang muncul, berikut penjelasannya:

  • V8 Engine: Mesin buatan Google yang berfungsi untuk membaca, menerjemahkan, dan menjalankan baris perintah JavaScript dengan kecepatan tinggi.

  • Runtime Environment: Wadah atau lingkungan khusus yang menyediakan semua peralatan agar suatu bahasa pemrograman bisa berjalan di suatu sistem.

  • NVM (Node Version Manager): Alat pengelola versi yang bertugas untuk menginstal dan berganti-ganti versi Node.js di satu komputer dengan mudah.

Sekarang Anda sudah paham dasar teorinya dan mengapa para profesional sangat merekomendasikan penggunaan NVM. Di chapter selanjutnya, kita akan langsung memeriksa kesiapan sistem operasi Windows Anda sebelum memilih jalur instalasi!

Selanjutnya

Diskusi (0)

?

Anda harus masuk untuk ikut berdiskusi.

Login / Daftar

Belum ada diskusi di bab ini. Jadilah yang pertama bertanya!