Tutorials Konsep Subnetting & Studi Kasus

Konsep Subnetting & Studi Kasus

Author

M. Ilfan Asykuri

Diperbarui pada 25 May 2026 • 5 min read

Halo Sobat Ngoprek! Gimana materi TCP/IP dan IP Address sebelumnya? Udah mulai panas? Nah, sekarang saatnya kita masuk ke materi inti yang sering banget bikin pusing para pemula, tapi sebenarnya gampang banget kalau Anda udah tahu polanya.

Di Chapter 3 ini, kita bakal membedah jurus rahasia para Network Engineer, yaitu Subnetting. Siapin alat tulis dan fokus tingkat tinggi ya, bro. Langsung aja kita gas!

3.1 Apa Itu Subnetting...?

Secara sederhana, Subnetting adalah proses untuk memecah atau membagi sebuah network (jaringan) yang besar menjadi beberapa network yang lebih kecil.

Bisa dibilang, subnetting merupakan sebuah teknik sakti yang mengizinkan para administrator jaringan untuk memanfaatkan 32-bit IP Address yang tersedia dengan jauh lebih efisien. Dengan teknik subnetting, skala jaringan kita jadi lebih fleksibel, luas, dan yang paling penting: tidak lagi dibatasi oleh aturan baku kelas-kelas IP (IP Classes A, B, dan C) yang sudah kita bahas sebelumnya.

Dengan subnetting, kita bisa menentukan sendiri batasan jumlah host yang pas sesuai kebutuhan, serta menentukan bagian mana dari sebuah 32-bit IP Address yang mewakili Network ID dan bagian mana yang mewakili Host ID.

3.2 Mengenal Blok Prefix (CIDR)

Ketika kita menuliskan IP Address di perangkat jaringan (misalnya di router MikroTik atau Cisco), kita biasanya harus menuliskan IP tersebut dengan tambahan Blok Prefix (CIDR) di belakangnya.

Apa itu Blok Prefix? Blok Prefix adalah angka penentu jumlah IP Address maksimal yang bisa digunakan dalam jaringan tersebut.

Contoh penulisannya: 192.168.50.1/24 Nah, angka "/24" di belakang IP itulah yang dinamakan Blok Prefix, cuy! Dalam aturan dasarnya, Prefix /24 ini menandakan bahwa jumlah total IP yang bisa digunakan di jaringan tersebut adalah 256 IP.

Masalahnya, bagaimana kalau kita cuma butuh sedikit IP? Misalnya, kita punya sebuah Lab Komputer yang cuma berisi 6 buah PC. Apakah efektif kalau kita pakai Prefix /24 yang isinya 256 IP? Tentu saja sangat boros dan tidak efektif, karena bakal ada 250 IP nganggur yang tidak terpakai!

Di sinilah kita harus belajar cara menentukan Blok Prefix yang paling efektif untuk jaringan kita, bro.

3.3 Studi Kasus 1.1: Membangun Lab SMK Nurul Jadid

Biar belajarnya langsung nancep, kita bakal bongkar konsep subnetting ini pakai pendekatan studi kasus (step-by-step). Perhatikan skenario berikut:

"SMK Nurul Jadid memiliki 2 Lab komputer yaitu Lab A dan Lab B. Masing-masing Lab tersebut memiliki 126 buah komputer. Kita sebagai Network Engineer diharuskan membangun jaringan di kedua Lab tersebut menggunakan IP Address kelas C yaitu 192.168.42.1. Masalahnya adalah, bagaimana caranya menentukan Blok Prefix yang paling efektif untuk kedua Lab tersebut?"

Gas, kita bedah solusinya bareng-bareng, cuy!

3.4 Step-by-Step Perhitungan Subnetting

A. Menentukan Prefix yang Paling Efektif

Jika kita menggunakan /24 untuk studi kasus di atas, maka total IP yang dihasilkan adalah 256. Ini jelas pemborosan, karena kita cuma butuh 126 IP untuk tiap Lab, sehingga akan ada sisa 128 IP yang terbuang percuma.

Rumus sakti untuk menentukan Prefix efektif adalah: 32 dikurangi pangkat (n) dari bilangan 2, yang hasilnya cukup untuk menampung total PC yang diinginkan (2 pangkat n = Total PC).

Biar gampang, ingat deret bilangan perpangkatan 2 ini, bro:

  • 2 pangkat 1 = 2

  • 2 pangkat 2 = 4

  • 2 pangkat 3 = 8

  • 2 pangkat 4 = 16

  • 2 pangkat 5 = 32

  • 2 pangkat 6 = 64

  • 2 pangkat 7 = 128

  • 2 pangkat 8 = 256

Kita butuh 126 PC. Kalau kita lihat deret di atas, angka yang paling pas (tidak kurang dari 126) adalah 128 (hasil dari 2 pangkat 7). Maka cara menentukan Prefix-nya adalah: 32 - 7 = 25. Jadi, Prefix yang paling efektif untuk studi kasus Lab ini adalah /25!

B. Mencari Total IP

Untuk memastikan jumlah total IP dari sebuah prefix, rumusnya adalah: 2 pangkat (32 - Prefix) = Total IP

Kenapa harus 32? Karena panjang maksimal bit IPv4 kalau dikonversi ke bilangan biner adalah 32 bit, bro. Mari kita hitung untuk Prefix /25: 2 pangkat (32 - 25) = 2 pangkat 7 = 128. Nah, sekarang kita sudah menemukan kepastian bahwa total IP address dari Prefix /25 adalah 128 IP.

C. Mencari Netmask (Subnet Mask) 

Sebelumnya kita sudah tahu Netmask default untuk kelas C adalah 255.255.255.0. Tapi karena IP ini sudah mengalami subnetting (pakai /25), maka netmask-nya akan berubah, cuy!

Rumus cepat mencari ujung Netmask: 256 - Total IP

Angka 256 didapat dari jumlah total IP address secara umum. Kita aplikasikan rumusnya: 256 - 128 = 128. Jadi, Netmask IP Address 192.168.42.1 dengan Prefix /25 pada studi kasus 1.1 adalah 255.255.255.128.

D. Network Address & Broadcast Address Ingat aturan ini baik-baik, bro:

  • Network Address adalah alamat pengenal suatu network. Alamat ini didapat dengan mengubah seluruh bit host menjadi 0. Ibarat alamat kota/jalan, router cuma butuh lihat Network Address untuk tahu paket data ini mau dikirim ke jalur mana (tanpa perlu baca nomor rumahnya). Network Address SELALU ada di urutan pertama (paling depan).

  • Broadcast Address adalah alamat untuk mengirim siaran ke semua host. Alamat ini selalu berada di urutan paling akhir dari sebuah blok subnet.

Karena kita pakai IP 192.168.42.1/25 (dengan total 128 IP), maka urutannya begini:

  • Network Address = 192.168.42.0 (Urutan IP paling pertama)

  • Broadcast Address = 192.168.42.127 (Urutan ke-128, dihitung dari 0)

Sobat Ngoprek harus ingat: Network Address dan Broadcast Address TIDAK BOLEH dipakai (dicolok) ke komputer client! Kedua alamat ini fungsinya sangat khusus untuk sistem jaringan.

E. Menentukan IP Range (IP yang Bisa Dipakai Client)

 IP Range adalah deretan IP yang "halal" dan bisa dipakai langsung oleh komputer client (PC). Posisinya berada di antara Network Address dan Broadcast Address.

  • Setelah Network 192.168.42.0 adalah 192.168.42.1

  • Sebelum Broadcast 192.168.42.127 adalah 192.168.42.126

Jadi, IP Range untuk blok pertama ini adalah 192.168.42.1 sampai 192.168.42.126. Cocok banget kan untuk mengisi 126 PC yang ada di Lab!

3.5 Konsep Blok Subnet

Total IP Address secara umum dalam satu segmen kelas C itu mentoknya di angka 256 (0 sampai 255). Saat kita melakukan subnetting pakai /25, kita memecah network besar tersebut jadi "kamar-kamar" yang lebih kecil yang disebut Blok Subnet.

Karena /25 itu berisi 128 IP, maka di dalam total 256 IP tersebut akan tercipta beberapa kamar. Mari kita hitung jumlah kamarnya (Blok Subnet):

  • Network pertama pasti dimulai dari angka 0.

  • Tambahkan dengan Total IP: 0 + 128 = 128 (Ini jadi Network untuk Blok 2).

  • Tambahkan lagi: 128 + 128 = 256 (Berhenti di sini karena IP mentok di 255).

Maka terciptalah tabel pemisahan kamar berikut ini:

Keterangan Blok Subnet 1 Blok Subnet 2
Network Address 192.168.42.0 192.168.42.128
IP Range Pertama 192.168.42.1 192.168.42.129
IP Range Terakhir 192.168.42.126 192.168.42.254
Broadcast Address 192.168.42.127 192.168.42.255

Kesimpulan Studi Kasus 1.1:

  • Lab A akan memakai Blok Subnet 1 (IP Range: .1 sampai .126)

  • Lab B akan memakai Blok Subnet 2 (IP Range: .129 sampai .254) Kedua Lab berhasil dibangun dengan sangat efisien tanpa ada IP yang terbuang sia-sia! Mantap, bro!

3.6 Latihan Mandiri: Studi Kasus 1.2

Biar makin jago dan insting Network Engineer-nya makin tajam, coba Sobat Ngoprek kerjakan studi kasus tantangan di bawah ini:

"Perusahaan Cybernetic hendak membangun jaringan internet yang terdiri atas 4 buah departemen, yaitu: Departemen Marketing, Divisi Produksi, Divisi IT, dan Divisi Keuangan. Setiap departemen tersebut memiliki tepat 62 Komputer (PC), dan akan menggunakan IP Address Kelas C yaitu 192.168.80.1/?"

Tugas Anda sebagai calon Network Engineer:

  1. Hitung Prefix berapa yang paling efektif untuk 62 Komputer?

  2. Cari Total IP, Netmask, Network Address, dan Broadcast Address-nya!

  3. Hitung dan tentukan IP Range untuk masing-masing dari 4 Departemen tersebut (Start dari berapa sampai berapa)!

Selamat mengoprek dan memecahkan teka-tekinya, cuy! Kalau udah ketemu jawabannya, kita langsung gas lanjut bahas pondasi arsitektur data, yaitu Model OSI Layer di Chapter berikutnya!

Diskusi (0)

?

Anda harus masuk untuk ikut berdiskusi.

Login / Daftar

Belum ada diskusi di bab ini. Jadilah yang pertama bertanya!