Arsitektur Jaringan (Model Osi Layer)
M. Ilfan Asykuri
Diperbarui pada 25 May 2026 • 5 min read
Sekarang kita rileks dikit, bro. Kita bakal masuk ke materi arsitektur konseptual yang sangat penting banget buat pondasi Anda sebagai Network Engineer, yaitu Model OSI Layer. Di sini kita bakal membedah gimana sih proses data itu dibungkus dari komputer pengirim sampai akhirnya bisa mendarat mulus di komputer penerima.
Udah siap? Siapin kopinya, dan langsung kita gas!
4.1 Pengenalan Model OSI Layer
Siapa saja yang ingin menekuni dunia jaringan komputer, hukumnya wajib mempelajari model referensi standar internasional yang disebut Open Systems Interconnection (OSI) Seven-Layer Model atau model OSI tujuh layer.
Lembaga yang mempublikasikan model OSI ini adalah International Organization for Standardization (ISO) pada tahun 1984. Model OSI ini dapat digunakan untuk menjelaskan kerangka dan cara kerja jaringan komputer secara utuh.
Sobat Ngoprek perlu paham banget nih, model OSI ini bukanlah sebuah protokol, melainkan sebuah kerangka konseptual. Protokol sendiri adalah sekumpulan aturan yang digunakan pada komunikasi data (contoh protokol: TCP, UDP, ICMP, FTP, dll). Jadi, OSI Layer ini ibarat "peta jalan" atau SOP dari proses pengiriman data, cuy!
4.2 Tujuh Lapisan OSI Layer (The 7 Layers)
Sesuai namanya, Model OSI membagi berbagai fungsi network menjadi 7 lapisan (layer) yang terstruktur. Ketujuh layer tersebut dari yang terbawah hingga teratas yaitu:
-
Physical
-
Data Link
-
Network
-
Transport
-
Session
-
Presentation
-
Application
Untuk memudahkan menghafal urutan ketujuh layer ini dari atas ke bawah, kita bisa menggunakan singkatan asik dari huruf pertama masing-masing layer. Coba hafalin jembatan keledai ini, bro:
Anak – Pak – Soleh – Tidak – Nakal – Dan – Pintar (Application - Presentation - Session - Transport - Network - Data-Link - Physical)
Bisa juga pakai versi bahasa Inggrisnya, cuy: All – People – Seem – To – Need – Data – Processing
Gampang banget kan ngingetnya? Gas!
4.3 Manfaat Model OSI
Kira-kira apa sih untungnya kita belajar beginian? Beberapa manfaat nyata dari model OSI ini di antaranya:
-
Memudahkan siapa saja (khususnya pemula) untuk memahami cara kerja jaringan komputer secara menyeluruh.
-
Memecah persoalan komunikasi data yang tadinya rumit menjadi bagian-bagian kecil yang lebih sederhana. Ini sangat membantu kita saat melakukan proses troubleshooting atau perbaikan ketika jaringan down!
-
Memungkinkan vendor atau pakar network mendesain hardware/software yang fokus dan sesuai dengan fungsi layer tertentu saja (bersifat modular).
-
Menyediakan standar interface yang universal bagi pengembangan perangkat yang melibatkan berbagai macam vendor (Multivendor). Jadi alat Cisco tetep bisa ngobrol sama alat MikroTik, bro.
-
Memudahkan pengembangan teknologi masa depan yang terkait dengan layer tertentu.
4.4 Upper Layers vs Lower Layers
Biar makin detail, para ahli mengelompokkan ketujuh layer OSI tersebut menjadi dua kubu utama berdasarkan area kerjanya:

A. Upper Layers (Application Layers / Host Layers) Layer 5 sampai 7 (Session, Presentation, Application) tergabung dalam kelompok ini. Segala sesuatu yang berkaitan dengan user interface, format data, dan komunikasi sesi antar aplikasi ditangani di area ini. Upper layers sebagian besar murni diimplementasikan dalam bentuk Software (perangkat lunak).
B. Lower Layers (Data Flow Layers / Media Layers) Layer 1 sampai 4 (Physical, Data Link, Network, Transport) dikelompokkan sebagai Lower Layers. Bagaimana data beneran mengalir dan ditransportasikan secara fisik pada network, sepenuhnya ditangani oleh layer ini. Lower layers diimplementasikan dalam bentuk gabungan Hardware (perangkat keras) dan Software.
Di buku atau panduan teknis jaringan manapun, kita bakal lebih banyak menyinggung dan ngoprek di area Lower Layers, bro. Karena di layer 1 sampai 4 inilah sebagian besar perangkat keras jaringan bekerja banting tulang!
4.5 Detail Fungsi Setiap Layer dan Protokolnya
Biar Anda gak bingung bayanginnya, ini dia tabel ringkasan fungsi spesifik dan contoh protokol dari masing-masing layer OSI, dari yang paling atas (dekat dengan user) sampai yang paling bawah (kabel listrik).
| Layer | Fungsi Utama | Contoh Protokol |
|---|---|---|
| 7. Application | Menyediakan servis jaringan langsung bagi berbagai aplikasi user (seperti browser atau email). | HTTP, FTP, SMTP, DHCP, DNS, Telnet, SNMP |
| 6. Presentation | Mengatur konversi dan translasi berbagai format data. Di sinilah terjadi kompresi data dan enkripsi data agar aman. | JPEG, MPEG, ASCII, MIDI, Enkripsi |
| 5. Session | Mengatur sesi komunikasi yang meliputi establishing (memulai), maintaining (mempertahankan), dan terminating (mengakhiri) sesi antar entitas. | SQL, NetBIOS, RPC, NFS |
| 4. Transport | Menyediakan end-to-end communication. Bertanggung jawab terhadap segmentasi data, flow control, hingga error detection & correction. | TCP, UDP, SPX |
| 3. Network | Menentukan rute (routing) yang dilalui oleh data. Layer ini menyediakan logical addressing (Pengalamatan IP) dan penentuan rute tujuan. | IP, ICMP, ARP, RIP, OSPF, BGP |
| 2. Data Link | Menentukan pengalamatan fisik (Hardware / MAC Address), error notification, flow control pada level frame, dan topologi jaringan. Dibagi jadi 2 sublayer: LLC dan MAC. | Ethernet, 802.11 (Wi-Fi), VLAN, PPP, Frame Relay |
| 1. Physical | Menentukan masalah kelistrikan, gelombang, kelistrikan kabel, dan transmisi bit biner (0 dan 1) ke media fisik. | RS-232, RJ-45, Fiber Optic, Hub, Repeater |

4.6 Perangkat Jaringan pada OSI Layer
Nah, di lapangan nanti, Anda akan sering berhadapan dengan perangkat-perangkat keras. Biar Anda kelihatan jago di mata klien atau guru, Anda harus tahu alat ini kerjanya di layer mana. Gas kita bedah!
1. Router Router ini ibarat polisi lalu lintas yang pintar, bro. Router bekerja pada Layer 3 (Network Layer). Pada layer ini, router menjalankan protokol yang bertanggung jawab mengatur pengalamatan IP dan penentuan rute (routing).
2. Switch Switch ini bekerja pada Layer 2 (Data Link Layer). Berfungsi sebagai sentral atau konsentrator jaringan, Switch bisa dipandang sebagai multiport bridge. Kerennya, switch bisa mengenali dan mencatat MAC Address dari setiap perangkat yang terhubung, jadi pengiriman datanya sangat presisi. (Catatan: Saat ini sudah ada Multilayer Switch/MLS tingkat dewa yang bisa beroperasi sampai layer atas, cuy!)
3. Bridge Sama seperti Switch, Bridge bekerja pada Layer 2 (Data Link). Alat ini tidak paham soal IP Address, tapi dia bisa mengenali alamat fisik (MAC Address) untuk menjembatani dan menyaring aliran data antar network yang menggunakan teknologi sejenis.
4. Hub Ini alat jadul yang kerjanya murni di Layer 1 (Physical). Hub berfungsi sebagai terminal konsentrator biasa. Sayangnya, Hub sangat bodoh karena tidak dapat mempelajari alamat hardware. Jadi, kalau ada data masuk, Hub bakal meneruskan data itu ke seluruh port tanpa pandang bulu! Kondisi ini sering bikin fenomena "Banjir Broadcast" yang bikin jaringan jadi lemot parah. Saat ini Hub sudah jarang banget dipakai.
5. Repeater Sama seperti Hub, Repeater bekerja pada Layer 1 (Physical). Alat ini tugasnya cuma satu: "memperkuat" sinyal fisik agar informasi atau data dapat merambat lebih jauh sampai ke komputer yang lokasinya terpelosok, cuy.
Gimana, Bro? Dengan memahami ketujuh OSI Layer dan posisi perangkat jaringannya, sekarang bayangan Anda tentang dunia networking
Diskusi (0)
Anda harus masuk untuk ikut berdiskusi.
Login / DaftarBelum ada diskusi di bab ini. Jadilah yang pertama bertanya!